Di zaman
modern ini, apakah kalian masih menganggap bahwa perjalanan mobil adalah contoh
mutlak dari GLB? Jika kalian penasaran, sepertinya kita perlu membahas lebih
lanjut apakah contoh tersebut benar-benar 100 persen tepat, atau ada syarat
khusus yang berlaku.
Sebelum
melangkah ke sana, apakah kalian tahu apa sih GLB itu? Secara singkat, GLB
adalah Gerak Lurus Beraturan. Berdasarkan dimensinya, gerak ini hanya berfokus
pada satu dimensi, yaitu gerakan di sepanjang garis lurus saja. ada syaratnya loh.
Pada gerak ini, kita tidak meninjau gaya luar dan kita menganggap benda
tersebut sebagai partikel tunggal untuk mempermudah melakukan analisis.
Sesuai
namanya, karena bergerak pada satu dimensi, kita hanya meninjau arah pada depan-belakang,
kanan-kiri, atau atas-bawah sebagai nilai positif dan negatif, dan kita hanya
bisa memilih salah satunya. Nah, kata "beraturan" di sini menandakan
bahwa gerakan tersebut memiliki kecepatan yang konstan atau bisa dibilang tetap.
Sebagai catatan penting, kecepatan yang konstan ini artinya nilai percepatannya
mutlak nol. Jadi intinya, GLB adalah gerak satu dimensi pada garis lurus di
mana bendanya bergerak tanpa adanya perubahan kecepatan sama sekali.
Oke, kalau
kalian masih bingung dengan penjelasan di atas tentang apa sih bedanya
kecepatan atau percepatan itu, tenang! Kita akan bahas tuntas di bawah ini.
Jadi, baca artikel ini sampai selesai, ya!
Apa itu Jarak dan Perpindahan
Nah
selanjutnya, biar kita makin paham lebih dalam mengenai Gerak Lurus Beraturan,
di dalamnya ada istilah yang namanya jarak dan perpindahan. Apa sih sebenarnya
perbedaan keduanya?
Jadi gini, gess.
Kalau jarak, kita tidak meninjau arahnya sama sekali. Sebagai contoh, misalnya kalian
lagi duduk di kursi berwarna merah. Lalu, kalian mulai berjalan sepanjang 5
meter dari kursi tersebut, kemudian berbalik lagi dan Kembali berada di kursi
merah itu. Jika kita meninjau jarak, kamu sudah menempuh jarak tanpa berbelok sebesar
10 meter. Tapi, jika kalian meninjau perpindahan, maka hasilnya adalah nol! Kalian
tidak melakukan perpindahan sama sekali karena posisi akhirnya kembali ke
posisi semula yaitu di kursi merah. Nah, kursi merah ini dinamakan titik acuan,
yaitu sebuah titik yang menjadi patokan awal pergerakan kita.
Dari
analogi tadi, bisa kita simpulkan bahwa nilai jarak tidak mungkin lebih kecil
dari perpindahan. Jarak menghitung seluruh panjang lintasan yang kita lewati,
sedangkan perpindahan hanya mengukur perubahan posisi dari titik awal ke titik
akhir lewat garis lurus.
Memang sih,
kenyataannya kita tinggal di bumi yang bentuknya bulat, sehingga jika kita
menarik garis lurus sejati di permukaan bumi, gerak itu sebenarnya disebut
geodesik. Namun, karena dalam artikel ini kita membahas jarak pendek satu
dimensi, kita sepakati dulu bahwa lintasan yang kita tinjau di sini adalah
lintasan yang benar-benar lurus, ya!
Apa itu Kecepatan dan Kelajuan
Selanjutnya,
kita akan membahas tentang kecepatan. Apa sih kecepatan itu, lalu apa
hubungannya dengan jarak dan perpindahan? Terus, apa pula yang dimaksud dengan
kelajuan?
Nah, mari
kita lanjutkan contoh kasus kursi merah sebagai titik acuan yang tadi. Ketika kalian
ingin berpindah dari kursi merah tersebut, kalian pasti butuh waktu, kan?
Misalnya saja, kalian perlu waktu 3 detik untuk mencapai suatu titik yang
jaraknya 1 meter. Bandingkan jika kalian perlu waktu 10 detik. Pasti beda dong!
Kalau kalian perlu waktu selama 10 detik, kalian bergerak lambat dan tidak
terlalu buru-buru. Sebaliknya, kalau cuma dikasih waktu 3 detik, artinya kita
harus bergerak jauh lebih cepat.
Nah,
tingkat "seberapa cepat" pergerakan kita itu bisa diukur, dan di
sinilah kelajuan atau kecepatan berperan. Tapi, apakah keduanya sama? Tenang
dulu, gess. Kecepatan dan kelajuan itu berbeda!
Kelajuan
merupakan jarak total yang ditempuh dibagi dengan waktu. Sedangkan kecepatan
merupakan perpindahan (perubahan posisi lewat garis lurus terpendek) dibagi
dengan waktu yang dibutuhkan. Jadi secara simpelnya, kelajuan hanya memiliki
nilai atau besarnya saja (skalar), sedangkan pada kecepatan, kita juga wajib
meninjau arah geraknya (vektor). Meskipun berbeda secara konsep, persamaan dari
keduanya adalah sama-sama dihitung dengan melibatkan unsur waktu. Oleh karena
itu, satuan internasional yang digunakan untuk kelajuan maupun kecepatan adalah
sama, yaitu meter per sekon atau m/s.
Jika Kalian
mengukur berapa kecepatan dalam jangka waktu tertentu (misalnya selama 5
detik), kalian dapat menyebutnya sebagai kecepatan rata-rata. Rumusnya bisa
kita tulis sebagai berikut:
Sedangkan
jika kita mengukur kecepatan tepat pada satu momen saja (misalnya saat di detik
ke-5), maka kita menggunakan yang namanya kecepatan sesaat. Secara matematis,
kecepatan sesaat ini menggunakan rumus turunan dari fungsi posisi terhadap
waktu, atau ditulis:
Nah,
menariknya, khusus pada kasus Gerak Lurus Beraturan (GLB), nilai kecepatan
rata-rata akan selalu sama dengan kecepatan sesaatnya karena tidak ada
perubahan kelajuan maupun arah! Makanya, rumusnya bisa langsung disederhanakan
menjadi rumus legendaris yang kita kenal di sekolah:
Apa itu Percepatan
Lalu, jika
suatu kecepatan bertambah atau berubah, maka benda tersebut mengalami yang
disebut sebagai percepatan. Contohnya, jika kita merujuk kembali pada titik
acuan kursi merah tadi, saat kamu disuruh berpindah sepanjang 15 meter, bisa
saja kecepatanmu berubah. Ketika kamu sangat bersemangat, kecepatanmu akan
bertambah (dipercepat), atau sebaliknya saat lelah akan melambat.
Jadi,
percepatan bisa dikatakan sebagai seberapa besar perubahan kecepatan tiap
satuan waktu. Secara matematis, percepatan (a) merupakan turunan pertama dari
fungsi kecepatan (v) terhadap waktu, atau turunan kedua dari fungsi posisi (s).
Sebaliknya, bisa dikatakan juga bahwa fungsi posisi merupakan hasil integral
lipat dua dari percepatan terhadap waktu. Namun kalian tidak perlu takut terlebih dahulu melihat kata turunan dan integral, Turunan hanya cara kita melihat perubahan yang sangat kecil sedangkan integral sendiri untuk menjumlahkan seluruh perubahan kecil tersebut. Nah, jika suatu benda mengalami
percepatan, maka benda tersebut sudah tidak bisa dikatakan melakukan Gerak
Lurus Beraturan (GLB), melainkan GLBB (Gerak Lurus Berubah Beraturan).
Kembali
lagi dengan contoh yang sering kalian dengar: apakah mobil yang berjalan itu
merupakan GLB? Jawabannya adalah tergantung dari cara kita meninjaunya! Jika kalian
hanya meninjau saat mobil sedang berada di jalan tol yang lurus dan
kecepatannya konstan atau stabil, maka kalian bisa mengatakannya
sebagai Gerak Lurus Beraturan. Sedangkan jika kalian melihatnya pada tinjauan
sehari-hari yaitu saat di mana mobil pasti akan melakukan pengereman atau
penambahan gas, Maka kalian tidak bisa menyebutnya GLB, melainkan Gerak Lurus
Berubah Beraturan. Kita juga bisa mengetahui ciri - ciri gerak lurus beraturan dari grafik berikut,dengan contoh memiliki kecepatan 3 m/s pada grafik kecepatan - waktu sedangkan pada grafik s - t kecepatannya adalah 1,5 m/s jika kita menghitung dari gradien kemiringannya :
Jadi, jelas
ya gess, kalau contoh GLB pada perjalanan mobil itu hanya berlaku jika kita
memenuhi syarat yaitu lintasannya wajib lurus (satu dimensi) dan kecepatannya
wajib konstan tanpa drama rem dan gas!
Refensi:
- Jendela Sains. (2021, 28 Oktober). Gerak Lurus • Part 1: Gerak Lurus Beraturan (GLB) dan Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) [Video]. YouTube.
https://youtu.be/lt4bRdWowGI (diakses tanggal 1 Juli 2026) - Carolina, G. (2022, 19 Juli). Gerak Lurus Beraturan (GLB) - Definisi, Rumus, dan Contohnya. Zenius Blog.
https://www.zenius.net/blog/pengertian-rumus-glb-adalah/ (diakses tanggal 2 Juli 2026) - Tipler, P. A. (2001). Fisika untuk Sains dan Teknik: Jilid 1 (Lea Prasetio & Rahmad W. Adi, Terj.). Erlangga.

.jpeg)

.jpeg)
Posting Komentar untuk "Gerak Lurus Beraturan: Memang Betul Perjalanan Mobil itu Contohnya?"